Sebuah pagi, pojok Aloon-aloon Ponorogo

pk5-3 Ini adalah saat para pedagang Kaki Lima di kawasan Aloon-aloon Ponorogo menjelang malam penutupan Grebeg Suro 2016. Mereka berbondong-bondong penuh harap dapat ikut mendapatkan rejeki dari agenda tahunan terbesar Pemkab Ponorogo ini. Namun, ternyata telah terjadi kesepakatan antara panitia, pedagang, dan dinas terkait. Tentu hal ini mungkin belum diketahui oleh sebagian besar masyarakat Ponorogo. Kesepakatan tersebut adalah diperbolehkannya para pedagang untuk dapat ikut jualan di sekitar lokasi acara, tapi diluar pagar. namun sepertinya para pedagang melanggar kesepakatan itu. Sejak pagi saya memantau perkembangan kejadian di aloon-aloon. Karena hampir setiap malam saya menginap di tenda stand Kedai Kopi Grebeg Suro (kolaborasi dari 4 usaha, Ndleseb Jaya Wrkp, Angkringan Masdije, Kedai Kopi HOKya HOKya HAK’e dan Es Tebu Cokro.) Selain menjaga stand, saya ingin mengikuti perkembangan acara #grebegsuro2016 setiap tahapannya. Walau sebenarnya kalau diharuskan pulang, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit sudah sampai rumah.
pk5-4Disaat pagi sekali, saya terbangun oleh suara para pedagang kaki lima yang sedang sibuk menata lapak jualannya. Mulai dari pintu masuk hingga disekitar timur aloon-aloon sudah berdiri rangka besi para pedagang. Saya sama sekali tidak mengetahui apakah hal ini sudah terjadi kesepakatan dengan panitia acara. Hingga akhirnya saya mengabarkan bahwa, Pedagang Kaki Lima dapat membuka jualannya lengkap dengan foto-foto. Sebuah kabar gembira bagi pemirsa ketika membaca postingan saya pagi itu. Namun, kabar gembira itu berubah dengan cepat. Ada koordinasi dari Satpol PP dan beberapa dinas terkait untuk menertibkan para PK5, karena dianggap telah melanggar kesepakatan bersama. Hingga akhirnya terjadi kesepakatan baru, yaitu lokasi jualan berada di Jalan Aloon-aloon Timur. Mulai dari utara sampai selatan dikuasai oleh para pedagang yang sudah tidak sabar membuka lapaknya.
Hal ini berakibat terjadinya pengalihan lalu-lintas Kirab Pusaka dan kendaraan bermotor. Pihak kepolisian satlantas mendapati kabar tersebut, langsung kebakaran jenggot. Perintah koordinasi pun dikeluarkan oleh pihak kepolisian kepada panitia IPro Duction untuk diteruskan ke Pemerintah Ponorogo. Bupati Ipong pun memberikan instruksi kepadaSapto Djatmiko untuk mengkonfirmasi peristiwa ini kepada satlantas Polres Ponorogo. Saat itu juga, perencanaan acara Kirab Pusaka dialihkan dengan memutar lewat Aloon-aloon Selatan, ke Barat lalu ke Utara depan Paseban. Benar-benar membuat kelabakan persiapan penyelenggara Grebeg Suro 2016.

Saya tulis ini sebagai laporan pengamatan saya langsung di lokasi. Beragam informasi miring terhadap postingan saya waktu itu, mungkin tidak mengetahui kondisi di lapangan. Hingga begitu mudah berpikiran negatif terhadap informasi yang saya sampaikan.
Selebihnya saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya, mulai persiapan hingga selesai acara. Saya bangga dapat ikut serta menjadi bagian agenda tahun Pemerintah Kabupaten Ponorogo ini.
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=jim5ku0ZjHA]

#ponorogoduwegawe