Asal Usul Angklung or ongklong, Truly Ponorogo

Postingan ini berdasarkan suatu informasi yang saya dapatkan dari dunia tidur saya ( mimpi), yang di mana saya terkadang dalam mimpi- mimpi saya ke arah jaman yang sudah lama di lewati waktu, salah satunya saya di ajak mengetahui asalnya ungklong (di bahasa indonesiakan menjadi angklung) .

saya mengharapkan kepada teman- teman sekalian sebelum ” memberikan komentar” pada postingan ini, untuk menambahkan omentar anda yang berbunyi:

- ya, saya pernah degar, dan sudah tahu ceritanya.
-belum pernah, terima kasih atas informasinya.

dan berikut ceritanya yang sudah saya ketik:

Siapa warga Negara Indonesia yang tidak menganal dengan alat musik tradisonal dari bambu yang bernamakan “ANGKLUNG” ini yang sempat di klaim oleh kerajaan jiran Malaysia sebgai warisan melayu Malaysia, bahkan bukan orang Indonesia saja yang mengenal angklung, namun seluruh dunia sudah mengerti apa itu angklung, karena perjuangan Indonesia untuk merebut hak milik Indonesia terhadap klaim Malaysia supaya di akui di mata internasional untuk di patenkan langsung ke pihak unisco p.b.b sebagai alat music asli indonesia Angklung yang sekarang terkenal ( lebih populer) di jawa barat mempunyai cerita asal- usul angklung yang berasalkan tidak lain dari Jawa timur dan asal- usul angklung ini tidak luput dari legenda asal- usul reyog ponorogo, karena angklung adalah bagaian dari cerita sekaligus peran music iringan reog.

Alkisah, di saat gentingnya kerajaan bantarrangin yang berada di kota wengker di pimpin oleh raja kelana sewandana yang mengatasipasi serangan dari kerajaan lodaya berwilayahkan hutan alas roban di pimpin oleh raja singo barong. Kedua raja tersebuta adalah raja jawa yang kala satu perguruan di wengker ( sekarang ponorogo) untuk menimba ilmu bela diri kanoragan. Kerajaan bantarrangin berdiri karena bertujuan bumi jawa kulonan menghindari dari keganasan kerajaan lodaya yang pemimpinnya seganas singa dan bertubuh singa yang arogan. Mengerti informasi bahwa rombongan para bolo warok ( bala prajurit yang askti)hendak menyerbu rombongan kerajaan bantarrangin yang hendak menirimkan mas kawin sayembara permintaan dari putri raja daha ( skarang Kediri) untuk di persunting, bagi siapa sja yang dapat memenuhi permintaannya.

Ketua pimpinan warok dari kerajaan bantrangin mendapat perintah dari raja kelana sewandana untuk membuat senjata. “ yang dimana senjata tersebut dapat menumpaskan lebih dari 6 orang lawan musuh sekaligus dan tidak boleh menggunakan senjata tajam, karena percumah bagi mereka, mereka sama seperti kita, mereka warok yang dapat kalah dengan koloran” perintah kelana.” Karena prajurit bantarangin lebih sedikit dari prejutit lodaya yang sangat amat banyak, kareana bantaranganin adalah daerah yang masih hutan yang wingit, angker dan keramat karena itulah wilayah bantarangain di sebut dengan wengker sehingga penduduknya sedikit, sedangkan di wilayah lodaya adalah hutan “babatan” (hasil tebangan) yang di mana penduduknya lebih banyak dari wengker” jelas raja bantarangin.

Singkat cerita, pimpinan warok bantarangin akhirnya bertapa di daerah barongan (hutan bambu), bahwa dia harus dapat memancing keluarnya penguasa barongan, yang tidak lain adalah “gunduruwo”. Akhirnya ketua warok ini ke barongan lagi dengan membawa putrid semata wayangnya yang canti jelita untuk memancing makhluk ghaib mata keranjang tersebut supaya mau keluar, dan untuk di kalahkan. Saat putrid warok tersebut berjalan sendirian di baronagn, serta di awasi oleh ayahnya dari kejauhan, tiba- tiba pohon bambu yang semulanya tegak bergerak ke bawah menuju ke seorang anak perempuan tersebut, dengan ketakkutan akhirnya genderuwotersebut keluar dari persembunyainnya, dan saat itulah warok sebgai ayahnya keluar untuk bertarung melawan guduruwo tersebut, dengan melompat serta mengeluarkan sebuah koloran berwarna putih panjang dan besar dari celananya di cambukanlah koloran tersebut ke tubuh gunduruwo, gunduruwo tidak berkutik, dan trepental ke sana kemari yang merusak tanaman hutan bamboo tersebut, akhirnya barongan pun berantakan dengan ter tebanganganya dan jaejatuhnya tanaman bamboo oleh tersenggolnya tubuh gunduruwo ini, gunduruwo pun mengakui kekalahnnya. Lalu potongan bamboo tersebut di kumpulkan menjadi satu untuk dibawa ke kerajaan. Di sana pimpinan warok dan anak buahnya membuat sebuah senjata yang terbuat dari bamboo dari hasil adu kekuatan dengan genderuwo, bahanya hanya terdiri bamboo dan seutas tali koloran yang berguana sebagai pengencang dan tali bentuk bamboo, bamboo yang berukuran jari tangan manusia di buat se panjang tangan orang dewasa namun pada ujung bamboo tersebut di beri sebuah koloran yang banyak, dedangkan bamboo yang sebesar tangan orang dewasa dan panjang dua kali lipat dari bamboo yang kecil tadi, namun di buat runcing namun tanpa di beri koloran dan didalam bamboo yang besar tersebut di beri tanah debu dan serbuk menyan jawa yang berguna akan mengaburkan mata lawan , karena mata terkena debu tanah.

. Kedua bamboo tersebut akhirnya di jadikan satu dengan jarak yang sedikit serta di kencangi dan di tali dengan koloran warok berwrna putih, tidak luput juga, yang namanya senjata terdapat “danganan” ( pegangan untuk jari- jati sehingga dapat di bawa) dengan jumlah bamboo kecil sebanyak 4 batang kecil dan 3 batang bamboo besar. Yang totalnya 7 bambu. Cara memegang tersebut sama halnya memegang senjata lainya, seperti golok, keris, tombak.

Di saat rombongan kerajaan bantarangin menuju ke kerajaan daha untuk mempersembahakan tarian 144 jathilan sebagai mas kawin yang pertama di hadang oleh raja singo barong beserta prajuritnya, “ayo!!! Bolo tentoro warok sedoyo!!! Gempur bantarangin!!!” teriak singa barong kepada prajuritnya bahwa untuk menyerbu pasukan bantarangin. Langsung saja di jawab oelh raja kelana” hayoo… di leburno lodoyo..!”. pasukan lodaya yang hanya warok saja yang membawa senjata keris dan koloran serta ilmu kanoragan, sedangkan dari bantarangin sendiri para waroknya di bekali seperti, keris, kolor, senjata bamboo 7 lawan1 (angklung) , gong, kendang, kenong, dan sebagainya. Walau prajurit di bekali keris, namun keris tidak di keluarkan, karenaperintah dan percumah bagi kelana, karena merka kebal, walau dapat terluka namun masih bisa sembuh dalam tempo dekat.

Dalam pertempuran kedua bilah kerajaan tersebut, pasukan dari bantarangin yang membawa gong tidak segan- segan membenturkan gong yang besar ke kepala musuhnya hingga pusing dan pingsan, yang membawa koloran juga sama halnya dengan menyambukan koloran ke musuhnya, namun berbeda yang menggunakan senjata bamboo yamh di jadikan satu ini, mereka yang melawan tujuh orang dengan mudah mengalahkannya, karena memang, warok hanya kalah dengan koloran seperguruan, koloran uang diikatkan pada bamboo yang kecil tersebut di beri kolor putih, sedangkan bamboo yang besar dan panjang tadi, menjadi lebih kecil karena patah oleh hentakan badan warok, karena tidak ada kolorannya, jadi warok mudah untuk menerobosnya. Banyak pasukan lodaya yang mutah darah di hadapan lawannya terutama di hadpanan pasukan yang membawa senjata bamboo, koloran yang semulanya putih, menjadi merah darah segar hasil dari muntahan dari prajurit lodaya. kalah sudah pasukan lodaya, hal itu membuat hati gembira pasukan dari bantarangin, para warok wengker yang membawa senjata bamboo ini tadi bersorak ria dan mengangkat senjatanya ke atas, pada saat perang senjatanya di tusukan ke lawannya. Saat tangan melambai- lambai ke atas sambil masih memegang senjata bambu , tiba- tiba bamboo yang tadinya kencang telha menjadi logo dan menghasilkan bunyi “ klok- klong- kuuk- kluung- klong- klok” hal itu terjadi karena di gunkana saat perang sehingga talinya menjadi kendor dan logo, karena menghasilkan bunyi dan perang pun selesai, dan dari senjata bamboo ini di jadikan sebagai iringan music kesenian reyog ponorgo. Dan bentuk suara bunyinya “ klok- klong- kuuk- kluung- klong- klok” maka di beri nama dengan nama “kluk klong-ongklong”atau jawa biasanya menyebut dengan sebutan “ ongklung” , lalu di bahasa indonesiakan dengan nama “ angklung” .

Banyak peralatan reyog ponorgo berasal dari bahas jawa yang di bahasa indonesiakan seperti, ongklong menjadi angklung, kelono sewandono menjadi kelana sewandana, bahkan nama reyog ponorgo sendiri pernah di indonesiakan dengan nama reyog panaragan lalu mengetahi seperti itu, seniman ponorogo berjuang mengenalkan reyog ponorogo buakan reyog panaragan dan akhirnya memperoleh pengakuan dari Indonesia, karena ponorogo merupakan nama yang tidak dapat di ganti, serta tidak ingin seperti halnya kota lain suroboyo menjadi Surabaya, jogjokerto menjadi Yogyakarta, medion menjadi madiun, solo menjadi sala, dan yang lainya.
Pada bagaian angklung reyog, dia atas bamboo yang kecil terdapat benang jambul warna merah, yang berarti muntahan darah warok musuh yang tepat pada koloran putih sehingga dari warna putih menjadi warna merah darah, sedangkan yang besar menjadi patah karena tidak di liliti koloran warok. Yang di masud senjata bamboo 7 lawan 1 adalah jumlah dari 4 bambu kecil yang dililiti koloran, serta 3 bambu besar tanpa koloran, jumlah 7 merupakan jumlah 7 batara dewa yang di pimpin oleh satu batara dewo guru yang berjumlah 8. Sedangkan versi reyog yang sudah di filosofikan islaman berarti 7 tingkat langit yang di buat oleh 1 yaitu gusti allah s.w.t . dalam ati tujuan sebagai senjata adalah 1 tenaga 7 yang di yang di hasilkan.
begitu juga pemgengan angklung reyog saat tampil menjulang keatas dengan tangan satu, tidak seperti pelaku budaya lain yang di pegang setara dada yang menggunakan 2 tangan.

Angklung menjadi senjata snjata alat music setelah kerajaan wengker runtuh, dan banyak bermunculan group reyog saling adu kekuatan kanoragan antar warok, serta merebut peralatan reyog dan sejumlah gemblak dari group reyog lainnya.
Peristiwa pki di madiun pada tahun 1948, menyebabkan warok turun tangan untuk membasmi pki, disini angklung menjadi senjata yang magis yang lebih kuat dari koloran dan bamboo.

Lalu peristiwa madiun pki, yang di pimpin oleh muso tahun 1966 membuat sejumlah warok menjadi 2, yaitu yang tergabung partai garis keras, dan yang tidak ikut sama sekali yang menyebabkan ponorogo kehilangan warok yang cukup banyak, sedangkan pimpinan group reyog sendiri menyuruh anak buahnya untuk menyelamatkan diri sejauh mungkin serta tetap memperkenalkan apa yang di bawanya kepada masyarakat (karena sebelumya, kesenian reyog hanya untuk kalangan tersendiri) , sperti yang bawa gong menyelamatkan bersama gongnya, yang membawa angklung menyelamatkan diri bersama angklungnya, dll. Sedangkan warok bertarung dengan warok yang terkena partai garis keras. Peperangan antara 2 warok tersebut, merupakan hasil adu domba pki kepada sejumlah budayawan, antara lain reyog, ketoprak, wayang kulit,watang thengul, tayub dll.

Kategori : Headlines, Lain-lain

29 komentar untuk “Asal Usul Angklung or ongklong, Truly Ponorogo

  1. Jidat

    Ayo. . . Sopo sing gak iso dolanan angkelung?

    • alief

      aku raiso dat, ape menehi kursus kah?

    • minister ndru

      ngko yen wis iso aku di ajari yo :-)

    • galihrumawan

      ora opo to mas?

    • onyel

      dolanan wae iso…wonk ga bernada og….

  2. alief

    asli, aku cuma fast reading.
    mataku loro konmoco tanpa ada jeda istirahat mergo gak ono ganti paragrape.

    gek yo opo bener sejarae ngunu yo?ono bukti bener gak?walau bukti itu hanya berupa cerita rakyat, dongeng atau mitos?
    jangan hanya berpatokan pada mimpimu saja.

    jujur, ini komentar akibat fast reading

  3. arifudin

    * 1 August, 2010 @ 12:40 [Autosave] by arifudin
    * 1 August, 2010 @ 3:40 by arifudin
    * 1 August, 2010 @ 3:28 by plalangan
    * 1 August, 2010 @ 2:53 by plalangan
    * 1 August, 2010 @ 2:50 by arifudin
    * 1 August, 2010 @ 2:48 by arifudin
    * 1 August, 2010 @ 2:43 by arifudin
    * 1 August, 2010 @ 2:30 by plalangan
    * 1 August, 2010 @ 2:28 by plalangan
    * 1 August, 2010 @ 2:26 by plalangan
    * 1 August, 2010 @ 2:19 by plalangan
    * 1 August, 2010 @ 0:40 by plalangan
    perasaan tadi malam sudah saya edit sudah rapi, cek lagi kok awut-awtan maneh, mau liburan seminggu apa selamanya nich?. sebaiknya baca ini juga http://kotareyog.com/forum/saran-kritik-dan-pertanyaan/apa-anu-ini-tidak-berguna/

    • yusrond

      jiaha ! akehmen ? :/

  4. riFFrizz

    Belum Pernah Dengar, Makasih Atas Inponya

  5. alief

    oh ya,mungkin kemarin malaysia ntu ngakuin angklung jadi warisan melayu malaysia karena orang malaysia juga pernah mimpi kalau anglung itu asli malaysia gitu kali ya?

  6. unting

    nais info

  7. Reza Saputra

    wah asal cerita dari mimpi, namun segitu banyknya ya? (thinking) kok masih bisa inget ya setelah bangun? (lmao)

  8. arifudin

    hihi…. sedikmitpun saya ga’ mangkel, dan HP saya pun dari tadi tidak ada telpon yang masuk dari nomor baru. saya tu malah ngakak :lol:

    bahkan secara tidak langsung seakan-akan anda malah mengadu domba dengan teman saya.

    OK, kalau memang saya plagiat, silahkan tunjukkan mana buktinya, silahkan tunjukkan URLnya kalau perlu. dan jika saya benar2 plagiat maka saya akan meng-unpublishnya. dan saran saya jangan pernah menuduh “anak2 kota reyog kayak asuuu kabeh”, ingat, karena anak2 kotareyog banyak sekali, dan anda sudah menghina mereka semua.

    ;)

  9. cah ponorogo

    @xxx333 jika anda memang bermaksut baik-baik tentunya anda menyampaikan, dengan jelas url/materi apa yang anda anggap plagiat

    dengan anda menyembunyikan identitas anda, itu membuktikan anda adalah SEORANG PECUNDANG, PECUNDANG KELAS KAKAP

    KALAU MEMANG ANDA PUNYA URUSAN/MASALAH PRIBADI DENGAN MAS FUDIN TENTU TENPATNYA BUKAN DISINI

    itu menujukkan jati diri anda adalah seorang pengecut

    MAS/BHAK/PAK/CUK xxx333 tunjukkan url/materi apa yg MENURUT ANDA PLAGIAT

    JUH….

    • arifudin

      setubuh!, eh setujuh! :lol:

    • alief

      sabar pak…, sabar….

  10. Wongbagoes

    Terima kasih xxx333, atas koreksinya. Namun sayang sekali Anda tidak menunjukkan siapa dan dimana Kotareyog melakukan itu. Jika memang ada kami tak segan melakukan koreksi.

    Mengenai perkatan Anda yg tidak pada sepatutnya, mengenai Kotareyog sangat disayangkan dilakukan oleh orang cerdas seperti Anda. Dan mungkin benar kata komentar sebelumnya Anda layak disebut pecundang dan pengecut.

    Jika memang ada masalah dengan arifudin silahkan disampaikan memalui jalur pribadi dan tidak melalui forum ini.

  11. Wongbagoes

    Komentar2 dari xxx333 dan beberapa komentar yg tidak pantas tidak saya tampilkan. Jika memang ada masalah dengan Arifudin silahkan Anda menggunakan jalur pribadi. Jika Anda masih menggunakan media ini, Anda terlihat hanya ingin menjatuhkan seseorang. Terima kasih atas kebesaran jiwa dan kedewasaan sampeyan

  12. pardi

    weh weh…
    ada apakah ini???
    kok kayaknya rame banget..???

    mbok yo sing kompak…
    ora gae otot lan omongan sing kasar ngunu.
    ngisin-ngisini kuthone opo maneh awake dewe.
    hmmmm, lurrrr… wis arep romadhon, ndang ngapuro sing akeh yo…

    suwun.

    • arifudin

      enek sing njaluk masuk nang acara pengakuan terlarang pak, hihi….. :mrgreen:

  13. plalangan

    doh…,
    ki postinganku kok di dadino media komentaran gegeran te…?
    pripun yen pun ngeten niki…?

    • alief

      lha… hayo…, tanggung jawab mas….

      tak rewangi njawab, tapi sing nanggung sampean wae

  14. Zo

    Iki dho rebutan opo? mbok aku d bagehi…

  15. unting

    xexexexe aku moco lucu ngakak mode : ON, hari gini jik enek seng nganggo cara ngunuh…. hahaha…

  16. boyi wangsapraja

    Angklung dari jawa barat adalah asli jawa barat, tidak meniru apalagi menjiplak dari propinsi lain. Ini didukung oleh banyaknya literatur yg menyebutkan hal ihwal tentang angklung. Disitu disebutkan tentang asal-usul angklung, jenis-jenisnya, seni budaya dan tradisi yg masih menggunakan angklung.
    Silahkan buka http://id.wikipedia.org/wiki/angklung

  17. Priyo Hartanto

    terima kasih, saya baru ceritanya, trnyt angklung itu berasal dr JaTim, lalu mengapa ya koq yg trknl brsl dr Sunda ???

  18. Setraja

    Maaf, Saya juga bermimpi hampir sama, tapi pada saat di kebun bambu, saya terbangun, muncul secara mengagetkan tiba-tiba sosok tinggi besar, mata sebesar mangkuk bakso gondrong..

  19. pardi

    ini saya rasa hanyalah sebuah LEGENDA.
    Sedikit pertanyaan, apakah sejarah gamelan lebih dahulu ada daripada angklung??

    Sepengetahuan saya, sejarah instrumen reyog awalnya berupa bambu kesemuanya. Suara gong dan kenong, dibuat dari bambu. Namun tidak digoyang-goyangkan seperti angklung jaman sekarang. melainkan dipukul dengan kayu yang telah dibungkus dengan kain atau sejenisnya.

    Misal ada klaim sejarah Angklung seperti tertulis di atas, ini hanyalah hasil karya cipta sejarah. Keakuratannya masih belum jelas dan dipertanyakan!

  20. ieung

    cerita & nadanya mirip bgt mnggunakan b.malaysia gan

Tinggalkan sebuah komentar