Spot Wifi.id tanpa colokan listrik

wifi-idSaat ini internet merupakan kebutuhan yang mudah didapat, hampir tersedia di tempat-tempat umum, Warung kopi, cafe, taman maupun lokasi terminal. Semakin maju perkembangan tekhnologi, tentu kebutuhan internet akan terus bertambah. Berbeda dengan saat tahun 2010, dimana tempat yang menyediakan Wifi hanya di tempat mewah sekelas restoran maupun cafe. Masih ingat di benak saya, ketika sering nongkrong di sebuah cafe untuk sekedar kopdar maupun nyari gratisan internet. Koneksi internet 512kbps untuk Wifi umum, wow itu sudah merupakan prestasi luar biasa. Datang memesan minuman seharga 4000-8000 gratis mengakses Wifi. Ya itulah saat dimana internet menjadi barang mewah.

Semakin kesini, akses Wifi melimpah. Paketan penyedia layanan internet pun saling berlomba-lomba memberikan pelayanan yang prima. Salah satunya adalah penguasa jaringan telekomunikasi milik BUMN ini. Tak ingin kehilangan pelanggan setianya, perusahaan milik negara ini membuat WIFI corner yang tersebar di berbagai lokasi. Internet dengan kecepatan 100mpbs nampak tertulis jelas di neon box. Akses internet tercepat.
Salah satu tempat yang pernah saya kunjungi adalah Wifi Corner di kawasan Taman Kota GOR Singodimejo (jalan Pramuka). Berada di tempat terbuka dengan pohon-pohon besar, saat siang lokasi ini cukup nyaman untuk menikmati suasana udara segar bersama keluarga. Tapi menjelang malam tiba, dipenuhi kalangan muda mudi berpacaran. hehe
Ini merupakan gebrakan dari pemerintah Ponorogo kerja sama dengan Telkom, tentu akan menjadikan tempat yang asyik bagi mereka yang ingin bersantai di taman dengan tetap konek internet. Hanya saja perlu ditambah dengan colokan listrik, agar pengguna WIFI.id yang perangkatnya sudah tidak dapat menyimpan daya listrik tetap nyaman di lokasi tersebut. Terlebih khusus untuk saya, laptopnya sudah soak baterainya.

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=NPlPG8Dytq4]

Sebuah pagi, pojok Aloon-aloon Ponorogo

pk5-3 Ini adalah saat para pedagang Kaki Lima di kawasan Aloon-aloon Ponorogo menjelang malam penutupan Grebeg Suro 2016. Mereka berbondong-bondong penuh harap dapat ikut mendapatkan rejeki dari agenda tahunan terbesar Pemkab Ponorogo ini. Namun, ternyata telah terjadi kesepakatan antara panitia, pedagang, dan dinas terkait. Tentu hal ini mungkin belum diketahui oleh sebagian besar masyarakat Ponorogo. Kesepakatan tersebut adalah diperbolehkannya para pedagang untuk dapat ikut jualan di sekitar lokasi acara, tapi diluar pagar. namun sepertinya para pedagang melanggar kesepakatan itu. Sejak pagi saya memantau perkembangan kejadian di aloon-aloon. Karena hampir setiap malam saya menginap di tenda stand Kedai Kopi Grebeg Suro (kolaborasi dari 4 usaha, Ndleseb Jaya Wrkp, Angkringan Masdije, Kedai Kopi HOKya HOKya HAK’e dan Es Tebu Cokro.) Selain menjaga stand, saya ingin mengikuti perkembangan acara #grebegsuro2016 setiap tahapannya. Walau sebenarnya kalau diharuskan pulang, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit sudah sampai rumah.
pk5-4Disaat pagi sekali, saya terbangun oleh suara para pedagang kaki lima yang sedang sibuk menata lapak jualannya. Mulai dari pintu masuk hingga disekitar timur aloon-aloon sudah berdiri rangka besi para pedagang. Saya sama sekali tidak mengetahui apakah hal ini sudah terjadi kesepakatan dengan panitia acara. Hingga akhirnya saya mengabarkan bahwa, Pedagang Kaki Lima dapat membuka jualannya lengkap dengan foto-foto. Sebuah kabar gembira bagi pemirsa ketika membaca postingan saya pagi itu. Namun, kabar gembira itu berubah dengan cepat. Ada koordinasi dari Satpol PP dan beberapa dinas terkait untuk menertibkan para PK5, karena dianggap telah melanggar kesepakatan bersama. Hingga akhirnya terjadi kesepakatan baru, yaitu lokasi jualan berada di Jalan Aloon-aloon Timur. Mulai dari utara sampai selatan dikuasai oleh para pedagang yang sudah tidak sabar membuka lapaknya.
Hal ini berakibat terjadinya pengalihan lalu-lintas Kirab Pusaka dan kendaraan bermotor. Pihak kepolisian satlantas mendapati kabar tersebut, langsung kebakaran jenggot. Perintah koordinasi pun dikeluarkan oleh pihak kepolisian kepada panitia IPro Duction untuk diteruskan ke Pemerintah Ponorogo. Bupati Ipong pun memberikan instruksi kepadaSapto Djatmiko untuk mengkonfirmasi peristiwa ini kepada satlantas Polres Ponorogo. Saat itu juga, perencanaan acara Kirab Pusaka dialihkan dengan memutar lewat Aloon-aloon Selatan, ke Barat lalu ke Utara depan Paseban. Benar-benar membuat kelabakan persiapan penyelenggara Grebeg Suro 2016.

Saya tulis ini sebagai laporan pengamatan saya langsung di lokasi. Beragam informasi miring terhadap postingan saya waktu itu, mungkin tidak mengetahui kondisi di lapangan. Hingga begitu mudah berpikiran negatif terhadap informasi yang saya sampaikan.
Selebihnya saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya, mulai persiapan hingga selesai acara. Saya bangga dapat ikut serta menjadi bagian agenda tahun Pemerintah Kabupaten Ponorogo ini.
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=jim5ku0ZjHA]

#ponorogoduwegawe

Hujan di sepanjang #grebegsuro2016

Hujan salah musim
Hujan salah musim

Setelah diguyur hujan deras, kawasan aloon-aloon Ponorogo pun menjadi sepi. Ratusan penonton Festival Nasional Reyog Ponorogo XXIII mencari perlindungan berteduh. Mulai ibu-ibu sampai anak kecil pun berhamburan menuju panggung utama, dimana hanya tempat itulah yang diberikan tempat teduh. Aktifitas sound, multimedia dan seluruh pengrawit reyog terpaksa istrirahat sejenak hingga hujan reda. Kebetulan saat itu saya sedang berada satu tempat dengan salah satu tim multimedia, dimana disitu dia mengendalikan kamera canggih yang mungkin harganya puluhan juta. Dia kebingungan harus bagaimana, seperti belum lama menguasai alat tersebut. Saya pun memberikan usulan untuk melepas kamera dari tripod lalu membawa ke tempat teduh, dengan menggunakan payung saya berlari ke timur panggung membawa kamera video itu. Pikiran saya, waktu itu adalah semua alat-alat harus diselamatkan dari air. Mengingat alat elektronik sangat peka dan cepat rusak jika terkena air. Urusan badan basah atau kesehatan, nanti dulu aja.
Setelah semua peralatan terselamatkan, saya teringat salah satu tim Ponorogo Berbenah, sedang menyelamatkan perangkat komputernya. Ya, dia membawa perangkat PC lengkap. Karena dihari sebelumnya, perangkat laptop kami mengalami kendala dalam proses siaran langsung via youtube. Beragam cara pun ditempuh agar dapat kembali dapat siaran langsung. Namun usaha kami tersebut belum berhasil, sampai akhirnya kami fokus ke siaran melalui Facebook fanspage Ponorogo Komunitas Online.
Hingga pukul 00.00 WIB hujan tak kunjung reda. Saya melihat sudah banyak pengunjung yang mulai meninggalkan aloon-aloon. Nampak jelas wajah-wajah para peserta Festival di belakang panggung dengan wajah sayu dan putus asa, menanti hujan yang tak kunjung reda. Alhasil, empat grup reyog yang rencananya dapat pentas hari itu diundur hingga esokan harinya. Dalam pagelaran Grebeg Suro 2016 ini, hujan terus menemani aktifitas masyarakat Ponorogo. Saat pembukaan pun, hujan menyambut tamu undangan yang salah satunya adalah Menteri Desa. Hingga pada kirab pusaka, hujan tak lepas dari serangkaian acara Grebeg Suro 2016 ini. Cuaca sedang tidak bersahabat. Salah mongso…
#grebegsuro2016 #ponorogoduwegawe

hujan-di-grebegsuro2016-6
Kondisi Stand Pameran Grebeg Suro 2016 yang kebanjiran
hujan-di-grebegsuro2016-5
Kondisi Stand Pameran Grebeg Suro 2016 yang kebanjiran
hujan-di-grebegsuro2016-4
Semua penonton mencari perlindungan dari hujan deras malam itu
hujan-di-grebegsuro2016-3
Tempat duduk penonton pun kosong tak berpenghuni
hujan-di-grebegsuro2016-2
Panggung menjadi Festival Nasional Penonton 🙂

The Djadoel : Band Ponorogo pembuka konser budaya Iwan Fals

Dalam rangka Grebeg Suro 2016, Pemkab Ponorogo menggelar beraneka macam hiburan. Mulai dari acara keagamaan hingga menghadirkan artis nasional sekelas Iwan Fals. Konser yang bertajuk Budaya ini dilaksanakan tanggal 04 Oktober 2016 di Panggung Utama Aloon-aloon Ponorogo. Sebagai band pembuka, The Jadoel membawakan beberapa lagu untuk menghangatkan suasana. The Jadoel adalah salah satu band yang dimiliki Ponorogo, digawangi oleh para seniman kawakan, band ini tetap membawakan aliran musik rock sebagai identitasnya. Mari dukung karya musik putra Ponorogo. Maju terus!!

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=tmz4YCf_Gcc]

BUMI REYOG BERSHOLAWAT, bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf

BUMI REYOG BERSHOLAWAT

BUMI REYOG BERSHOLAWAT merupakan salah satu rangkaian acara Grebeg Suro 2016. Acara ini akan dihadiri oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo dan diselenggarakan pada hari Senin, 26 September 2016 mulai pukul 19.00 s/d selesai?di Stadion Bathoro Katong.

Bumi Reyog Bersholawat
Bumi Reyog Bersholawat

Rundown Acara Bumi Reyog Bersholawat

Waktu Acara
19.00-19.30 Ahbabul Musthofa persiapan
19.30-20.00 Pembukaan (Pembacaan doa ROTTIBUL HADAD di pimpin oleh HABIB Husin Abu Bakar Pengasuh MAJELIS ROSHO)
20.00-20.30 Sambutan Bupati Ponorogo
20.30-23.00 BUMI REYOG BERSHOLAWAT Bersama Habib SECH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF
23.00 Penutup

Ikut Hadir dan Bergabung dalam Acara ini

  • Al Habib Husin bin Abu Bakar Ba’abud. Pimpinan Majelis Rotib – Sholawat (Ro-Sho) Kediri untuk pembacaan Ratib Haddad.
  • Ahbabul Musthofa Madiun, Pimpinan Bapak Ikung Kurnia Hidayat beserta crew hadrah / pengiring.
  • Syecher Mania Indonesia.

Himbauan Panitia

Kami sangat berharap kehadiran para Pecinta Sholawat, beserta keluarga, saudara, shahabat, teman dan seluruh Syecher Mania dimanapun berada.

Kami ucapkan terima kasih dan sekaligus memohon dengan hormat untuk bersama sama menjaga hidmat bermajelis dan mengikuti semua aturan majelis, demi terwujudnya kehidmatan, kenyamanan dan keamanan majelis mulia ini.

Semoga sehat, semoga sempat. Aamiin.

Persiapan Acara

Sumber gambar: Facebook Ahmad Fahrul, Hakam Marwazi

Jangan lupa gunakan hashtag #BumiReyogBersholawat #PonorogoDuweGawe #GrebegSuro2016

Cara Live Streaming Grebeg Suro 2016 360 Derajat

Malam pembukaan Grebeg Suro 2016 diselenggarakan malam ini. Masyarakat Ponorogo telah memenuhi Alon-alon Ponorogo untuk menyaksikan dan turut memeriahkan gelaran rutin tahunan yang diadakan Pemerintahan Kabupaten Ponorogo ini.

Tahun ini, Grebeg Suro menghadirkan sesuatu yang baru. Bagi yang ingin menikmati dan menonton acara Grebeg Suro yang disiarkan langsung dari Panggung Utama Alon-alon Ponorogo, telah disediakan Live Streaming Grebeg Suro 2016 360?derajat.

Yak… 360?derajat, sekelasi live streaming Upacara 17 Agustus di Istana Negara.

Cara live streaming Grebeg Suro 2016 360?derajatjuga sangat mudah. Bagi yang sudah mendownload aplikasi Grebeg Suro Fest di Android, video live 360? bisa diakses dari menu Videos, lalu pilih tombol LIVE 360 berwarna merah yang ada di bagian kanan atas.

Selain itu, video live streaming 360 derajat bisa diakses langsung melalui link ini,?atau langsung melihat melalui halaman ini:

https://www.youtube.com/watch?v=uxa7_XC-Nd8

Selamat menikmati! Jangan lupa share ke sosial media dengan hashtag #PonorogoDuweGawe #GrebegSuro2016